Cara Menangani Komplain Pelanggan

  • 0

Cara Menangani Komplain Pelanggan

Komplain pelanggan akibat salah ukuran, salah bordir, atau salah sablon di baju kadang terjadi di dalam dunia tekstil atau konveksi baju. Asal tidak terlalu sering, hal ini masih bisa dimaklumi. Namun, yang namanya pelanggan, tetap saja ingin pesanannya dikerjakan dengan baik dan benar.

kemeja-ipang

Ada beberapa tips bagi teman-teman pelaku industri konveksi dan tekstil ketika menghadapi komplain pelanggan. Intinya, gimana caranya komplain pelanggan tersampaikan dengan baik, dan kita sebagai produsen tidak terlalu merugi. Perlu dicatat, tips-tips di bawah ini berlaku untuk kesalahan yang tidak terlalu besar, mungkin jahitan di beberapa bagian kurang rapi, sablon kurang tebal di beberapa kaos, dan lain-lain. Kalo sudah salah desain atau warna kain, tips-tips ini gak akan bekerja. Berikut tips-tipsnya:

KATAKAN SEJUJURNYA

website-icon

Akui saja ketika ada kesalahan dalam pengerjaan. Terbuka aja, gak usah ditutupi. Jelaskan kenapa kok bisa jadi seperti itu. Dari situ, kita juga mengedukasi pelanggan tentang jenis usaha kita. Jelaskan dengan sabar dan ga pake emosi. Jelaskan masalah yang dihadapi ketika produksi. Ketika pelanggan sudah mulai mengerti, baru tawarkan solusinya. Mau diganti, potong harga, atau diperbaiki. Semua tergantung kesepakatan.

BAWA SAMPEL

warna kemeja 2

Kasus ini pernah kami alami. Jadi, ceritanya waktu itu ada yang pesan jaket biru tosca. Warnanya memang agak susah, jadi saya kasih sampel warna kain american drill. Si pemesan sebenarnya merasa agak kurang cocok karena gak ada yang benar-benar mirip. Kami sudah mencoba untuk pinjam jaketnya biar bisa dibawa ke toko kain langsung, tapi si pemesan menolak. Akhirnya dipilih lah salah satu warna.

Ketika jadi, warnanya beda banget dengan sampel jaket yang ia miliki. Namun, kami tetap tenang. Kami sudah jelaskan gimana kemarin. Kami keluarkan juga sampel warna american drill yang ia pilih sendiri, dan benar. Jaket yang jadi sesuai dengan warna yang ia pilih sendiri dan ia juga menyayangkan dirinya yang menolak jaketnya dipinjam untuk dicocokkan warnanya di toko kain.

POTONG HARGA

whatsapp

Tips ini berlaku kalau si pelanggan bersedia potong harga saja. Kalau nggak, jangan harap mau. Biasanyam potong harga terjadi kalau baju akan dipakai tanggal sekian. Tapi, sekitar H-2 dicek, ada kesalahan. Maka, waktunya mepet sekali kalau mau dibenerin. Jadilah potong harga sebagai solusi.

Namun, kami melihat potong harga sebagai pilihan yang kurang bijak. Seharusnya, memang kesalahan itu dibetulin sesuai pesanan. Takutnya, kita nanti dianggap kurang bertanggung jawab terhadap pesanan dengan hanya memotong harga ketika pesanan tidak sesuai. Ditakutkan pada pesanan berikutnya terjadi lagi potong harga. Potong harga juga mengindikasikan bahwa produsen terkesan enggan memperbaiki. Buatlah kesan yang baik kepada pelanggan, walaupun secara finansial si produsen harus mengeluarkan biaya ekstra.

Sekian tips dari kami. Intinya, jangan jadikan komplain sebagai musibah. Jadikan komplain pelanggan sebagai sarana mendekatkan dirimu secara personal kepada mereka. Ambil hati mereka, maka mereka malah akan pesen lagi kok asal kita jujur.

Kamu punya tips lainnya? Bisa komen di bawah ini ya …

Terima kasih…


Leave a Reply